By Admin at July 21, 2026
Kenali Apa Itu Cyber Espionage Sebelum mengenal lebih jauh mengenai cyber espionage alangkah lebih baiknya kamu perlu mengetahui makna secara umum espionage (spionase). Berikut ini pengerti...
By Admin at February 18, 2022
Lazarus Targetkan Organisasi DeFi dengan Malware Super Senyap RemotePEPada September 2025, Fox-IT menemukan bahwa kelompok peretas Lazarus menargetkan organisasi DeFi menggunakan kombinasi malware Rem...
By Admin at February 18, 2022
Gelombang kejahatan siber kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, Google mengambil langkah tegas terhadap kelompok penipu internasional yang telah menjerat jutaan korban melalui pesan teks manipulatif atau dikenal sebagai smishing. Dengan menggugat jaringan kriminal yang disebut “Smishing Triad”, Google berharap dapat memutus rantai penipuan berbasis SMS yang semakin meresahkan dan merugikan pengguna di seluruh dunia.
By Admin at February 18, 2022
Bayangkan diserang ransomware, membayar tebusan... tapi data Anda tetap hilang selamanya. Itulah yang terjadi pada korban VECT 2.0—ancaman siber terbaru yang mengguncang dunia keamanan digital. Berbeda dari ransomware pada umumnya yang mengunci data untuk diminta tebusan, VECT 2.0 punya "efek samping" yang jauh lebih mengerikan: menghancurkan file korban secara permanen, bahkan pelaku serangannya sendiri tidak bisa memulihkannya. Peneliti dari Check Point Research mengungkap bahwa setelah menganalisis varian VECT 2.0 yang menyerang sistem Windows, Linux, dan VMware ESXi, mereka menemukan cacat serius pada mekanisme enkripsinya—yang membuat sebagian besar file penting perusahaan berubah menjadi rusak total. Peneliti keamanan Eli Smadja bahkan menyebut VECT 2.0 lebih tepat disebut "wiper" atau penghancur data, ketimbang ransomware biasa. Sebabnya, malware ini gagal menjalankan proses enkripsi dengan benar pada file berukuran besar.
By Admin at February 18, 2022
Jutaan kredensial curian diamankan. Ratusan server dimatikan. Puluhan juta dolar aset kripto dibekukan. Inilah hasil dari salah satu operasi pemberantasan kejahatan siber terbesar yang pernah dilakukan—dan targetnya adalah "pabrik" malware yang selama bertahun-tahun jadi mesin uang para penjahat digital.
By Admin at February 08, 2022
Strategi Keamanan Siber 2026: Kunci Bisnis Bertahan di Tengah Ancaman yang Kian Kompleks Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan bagi dunia bisnis, namun juga memunculkan tantangan besar berupa ancaman siber yang kian kompleks. Pada 2026, serangan siber tidak lagi hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga bisnis skala menengah hingga kecil yang dianggap memiliki pertahanan lemah. Karena itu, perusahaan perlu terus memperbarui strategi keamanan siber untuk melindungi data sensitif, menjaga kepercayaan pelanggan, dan memastikan operasional bisnis tetap berjalan lancar. Keamanan siber kini bukan lagi isu teknis semata, melainkan bagian penting dari strategi bisnis jangka panjang. Kebocoran data, serangan ransomware, atau gangguan sistem dapat menimbulkan kerugian finansial, reputasi, hingga sanksi hukum. Dengan menerapkan praktik keamanan siber yang tepat sejak dini, perusahaan dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan ketahanan digital di tengah lanskap ancaman yang terus berubah.